Diberdayakan oleh Blogger.
Terima kasih sudah
berkenan mampir
ke "rumah" sederhana ini,
Semoga dapat
memberikan manfaat..:)



RSS
Tampilkan postingan dengan label Ruang Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Belajar. Tampilkan semua postingan

[Menuju Indonesia Mandiri]

       
“Pemanfaatan Bonus Demografi Melalui Program KADARZI dan Peningkatan SDM Menuju Indonesia Mandiri”
Oleh : Umara' Nur Rahmi

Bonus demografi adalah suatu fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedang proporsi usia muda sudah semakin kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak. Bonus demografi dapat menjadi anugerah bagi bangsa Indonesia, dengan syarat pemerintah harus menyiapkan generasi muda yang ber-kualitas tinggi SDM-nya melalui pendidikan, pelatihan, kesehatan, penyediaan lapangan kerja dan investasi.
Pada tahun 2020-2030, Indonesia mencanangkan akan memiliki sekitar 180 juta orang berusia produktif, sedang usia tidak produktif sekitar 80 juta jiwa, atau 10 orang usia produktif hanya menanggung 3-4 orang usia tidak produktif, sehingga akan terjadi peningkatan tabungan masyarakat dan tabungan nasional.1
Bangsa Indonesia harus mampu memanfaatkan bonus demografi, dengan mengembangkan berbagai program antara lain keluarga sadar gizi dan peningkatan sumber daya manusia tentu  saja dengan berbagai prosesnya.
Kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi sumber daya manusia, serta memiliki kontribusi yang besar untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Oleh karena itu, menjadi suatu keharusan bagi semua pihak untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan demi kesejahteraan masyarakat.
Keadaan gizi yang baik merupakan prasyarat utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Masalah gizi terjadi di setiap siklus kehidupan, dimulai sejak dalam kandungan (janin), bayi, anak, dewasa dan usia lanjut. Masalah gizi masyarakat masih memerlukan perhatian, hal ini diketahui dari masih tingginya status gizi kurang pada balita (28%), kurang Vitamin A 50% (kadar vit A dalam serum kurang dari 20mcg/dl), anemia gizi Besi berkisar 50% dari berbagai kelompok umur, dan gangguan akibat kekurangan yodium berdasarkan Total Goitre Rate (TGR) 9,8%. Penyebab utama lamanya penurunan prevalensi, karena rendahnya kasadaran masyarakat terhadap upaya perbaikan gizi.2
Menteri Kesehatan telah menerbitkan strategi 17 sasaran dalam memperbaiki kesehatan masyarakat melalui Desa Siaga, sasaran ke 3 perbaikan gizi masyarakat melalui Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) yang diupayakan atas dasar pemberdayaan masyarakat, untuk mengetahui tingkat keberhasilannya dilihat dari minimal 5 indikator yang dapat dengan mudah dilaksanakan keluarga, yaitu :
1)      Menimbang berat badan secara teratur,
2)      Memberikan ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai umur 6 bulan (ASI Eklusif),
3)      Makan beraneka ragam,
4)      Menggunakan garam beryodium dan
5)      Minum suplemen gizi (tablet tambah darah, kapsul vitamin A dosis tinggi) sesuai anjuran.
Untuk mewujudkan perilaku KADARZI sejumlah aspek perlu dicermati. Aspek ini berada di semua tingkatan yang mencakup :
1.      Tingkat keluarga,
2.      Tingkat masyarakat,
3.      Tingkat pelayanan kesehatan, dan
4.      Tingkat pemerintah.
Ditingkat keluarga, aspek tersebut adalah :
a.       Pengetahuan dan keterampilan keluarga dan
b.      Kepercayaan, nilai dan norma yang berlaku.
Ditingkat masyarakat yang perlu diperhatikan sebagai faktor pendukung perubahan perilaku keluarga, adalah :
a.       Norma yang berkembang di masyarakat dan
b.      Dukungan pemangku kepentingan (stakeholders) yang mencakup eksekutif, legislatif, tokoh agama/masyarakat, lsm, ormas, media massa, sektor swasta dan donor.
Ditingkat pelayanan kesehatan sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan Bab V, Pasal 10 yang menyatakan bahwa untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal di masyarakat, diselenggarakan upaya kesehatan dengan cara :
a.       Pendekatan pemeliharaan,
b.      Peningkatan kesehatan (promotif),
c.       Pencegahan (preventif),
d.      Penyembuhan penyakit (kuratif) dan
e.       Pemulihan kesehatan (rehabilitatif), yang akan dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan.
Perbaikan Gizi merupakan salah satu cara mewujudkan derajat kesehatan yang optimal sebagaimana tercantum dalam Pasal 11 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan.
Ditingkat pemerintahan mencakup adanya kebijakan pemerintah yang mendukung dan pelaksanaan kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ketika semua aspek ini dapat dilaksanakan dengan maksimal, maka tidak menutup kemungkinan kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia akan bertambah baik sehingga nilai produktivitas meningkat, yang kemudian secara linier akan berdampak pada kemajuan ekonomi bangsa. sehingga pemanfaatan bonus demografi dapat berjalan lancar dan peluang emas menuju Indonesia Mandiri Insya Allah dapat terwujud.
Menurut Nuryana (1995)3,  menyonsong tahun 2020 sama halnya kita menyonsong lebaran. Setelah satu bulan lamanya kita berjuang melawan nafsu untuk melatih pengendalian diri barulah kita rasakan betul arti sebuah kemenangan berpuasa. selama menjalankan ibadah puasa semestinya secara jujur yang kita tuju sebenarnya dalah bukan hari lebarannya , tetapi adalah pencapaian kualitas iman dan taqwa kita lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Apakah yang terakhir itu yang dijadikan target ? Bila tidak, berarti kemunduran! Begitu pula dengan target 2020 yang ditetapkan menjadi garis finis kesiapan kita bertarung di pasar bebas. Yang kita tuju bukan nilai kesiapan kita pada dead line, tetapi seberapa besar kemampuan kita meningkatkan dan memanfaatkan peluang yang ada.
Waktu yang tersedia amat sempit mengingat keadaan dan sumber daya yang membutuhkan perbaikan secara besar-besaran. Sumber daya alam yang kita miliki mungkin masih dapat diandalkan selama kita rajin memeliharanya dan “sopan” mengeksploitasinya.
Infrastruktur juga sudah mulai kelihatan bentuk wajahnya yang marketabel terhadap investor asing. Sumber  dana kita masih “cukup berlimpah” asal efisiensi pemakainnya dan sedikit dibantu oleh kepercayaan beberapa negara yang masih berniat memberikan pinjaman (walaupun kita masih punya setumpuk utang yang sewaktu-waktu bila perlu kita ajukan reschedulling).
Sumber daya manusia yang dimiliki bangsa Indonesia sangat besar secara kuantitas, seperti yang di lansir dari artikel Hidayatullah.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan berdasarkan data Susenas 2014 dan 2015,  jumlah penduduk Indonesia mencapai 254,9 juta jiwa.4 Berkaitan dengan jumlah penduduk tersebut, sebuah koran Asing meramalkan bahwa jumlah penduduk Indonesia bakal menjadi negara super power keempat setelah Amerika Serikat. Ramalan tersebut berasumsikan besarnya jumlah penduduk merupakan variabel penentu kekuatan (the prominent power). Boleh jadi ramalan itu benar kalau asumsi sumber daya manusia kita pada awal abad 21 nanti sudah superior.
Untuk meningkatkan sumber daya manusia yang cukup besar tersebut, diperlukan strategi jitu dan tepat sehingga meningkatkan kemandirian.
Mandiri memiliki makna dalam keadaan dapat berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain,5 yang di analogikan keadaan tersebut secara umum terdapat pada individu sehat secara jasmani maupun rohani  karna  jika individu tersebut sudah jatuh sakit, pasti akan ada dua, tiga atau lebih banyak orang yang akan dimintai bantuan sebagai tempat bergantung sehingga makna dari kata mandiri akan pudar. Ketika individu-individu sehat ini sudah semakin bertambah banyak  maka akan  muncul kelompok-kelompok masyarakat yang akan membentuk sebuah bangsa dan memiliki semangat untuk terbebas dari ketergantungan atau mampu untuk menjadi masyarakat dan bangsa yang mandiri.
Memperhatikan seluruh uraian diatas dengan rasa optimis,  dengan pemanfaatan bonus demografi  melalui program keluarga sadar gizi dan peningkatan sumber  daya manusia  Insya Allah akan mampu menuju Indonesia mandiri.

Demikian tulisan ini semoga bermanfaat adanya.
Versi PDF dapat di Download Di Sini 


Daftar Pustaka
1 Ilmuekonomi.net (2016). Pengertian Bonus Demografi Kependudukan dan Peningkatannya Dalam Mensejahterakan Masyarakat. Disadur dari  http://www.ilmuekonomi.net/2016/04/pengertian-bonus-demografi-kependudukan-dan-peningkatan-dalam-mensejahterakan-masyarakat.html  pada tanggal 22/01/2017,  Pukul 11:47 am. 
2 Suparmanto, Sri Astuti (2007). Pedoman Strategi KIE Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi).
3 Hamad,Ibnu (1995).Membangun Kemandirian Indonesia : Dari Penggalian Nilai Menuju Penataan Kelembagaan. Jakarta : Forum Dialog Indonesia (Halaman 178)
4 Hidayatullah.com (2015). Jumlah Penduduk Indonesia Sudah 254,9 Juta. Disadur dari http://m.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2015/11/20/83632/jumlah-pendududari-perempuan.html pada tanggal 22/01/2017 , Pukul 20:15 pm.
5 Setiawan,Ebta (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online: Versi 1,9. Disadur dari http://kbbi.web.id/mandiri  pada tanggal  19/01/2017 pukul 10:29 pm.

Cuap-cuap Penulis : Essay ini pernah di ikut sertakan dalam Lomba "National Essay Competition 2017", yang di selenggarakan oleh Event Hunter Indonesia. Karna ini adalah tulisan pertama saya dalam bidang Essay Ilmiah, maka jika ada penulisan atau susunan kata-kata yang kurang tetap mohon dikoreksi. Terima Kasih :)  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

[QUR'AN CALL, Layanan Pembelajaran Menghafal Al-Qur'an Melalui Telepon]

INGAT !! Bahwa orang yang menghafal Al-qur'an itu
Allah yang memilih langsung orangnya,
yang menurut Allah amanah
sehingga cocok diberikan kepadanya.
Adakah suatu yg lebih indah
selain kita menjadi hamba pilihan-Nya ??
Assalamu'alaikum...teman-teman sudah ada yang tahu atau sudah bergabung di  program Qur'an Call?, Jika sudah Alhamdulillah, dan jika belum yuk kita  ta'arrufan dulu mengenai program atau layanan pembelajaran menghafal Al-Qur'an ini. (Seperti kata  pepatah moreden  "Tak kenal maka Ta'arruf").

Perlu kita ketahui bersama bahwa salah satu kunci menjadi penghafal Al-qur'an agar tetap konsisten  adalah Memiliki Guru atau Pembimbing. Naah....bagi teman-teman yang sudah mulai menghafal Al-qur'an secara mandiri, tapi belum memiliki guru atau pembimbing yang dirasa tepat, Qur'an Call bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif yang sangat mempuni untuk di manfaatkan. Layanan yang di berikan 100% gratis dan bebas pulsa. Selain itu, sistem pelayananannya termasuk cepat, dan akan dilayani dengan kakak-kakak yang ramah tamah.

Layanan Qur'an Call terdiri dari 3 (tiga) paket, yakni Paket Tajwid, Tahsin dan Tahfiz. Untuk paket tahfiz sendiri terdiri dari tiga program pilihan, diantaranya Program Juz Amma, Surat Pilihan dan Umum (mulai dari juz 1 dan diharapkan hingga khatam).

Pelayanan Qur'an Call ini  dilakukan setiap hari, mulai dari pukul 05.00-24.00, dengan ketentuan untuk santri akhwat mulai dari pukul 05.00-17.00, sedangkan santri ikhwan mulai dari pukul 12.00-24.00. Untuk proses pembelajaran atau pembimbingan dilakukan 2x per hari dengan durasi satu kali telepon lebih kurang 10 menit. Jadwal dan jumlah ayat yang ingin di setor (khusunya untuk paket tahfiz) dapat diatur sendiri, tergantung kesiapan dan kesanggupan teman-teman. Setiap bulan di minggu ke empatnya akan diadakan ujian untuk setiap santri yang sudah selesai mengahafal beberapa juz selama menyetor di Qur'an Call dan akan diberikan reward bagi santri yang dianggap Lulus berupa sertifikat yang akan dikirim melalui email.

Untuk layanan Qur'an Call, teman-teman bisa langsung menghubungi nomer ini 08001500311, Sedangkan untuk mengetahui berita terbaru mengenai Qur'an Call, teman-teman bisa berlangganan dengan Whats App Qur'an Call dengan cara, ketik "QC_Nama Lengkap_Domisili" kirim Via WA ke nomer ini 08111315001.

Sedikit saya Ingin ceritakan pengalaman pribadi terkait program Qur'an Call ini (Jika membosankan bisa langsung di skip yaa.
Program ini sudah saya ketahui sekitar 2 bulan yang lalu melalui salah satu akun sosmed yang saya ikuti. Kemudian  karna masih awal, jadi yang saya ikuti hanya  berlangganan di  WA Qur'an Call saja tanpa mengikuti bimbingan lebih lanjut. Ada banyak alasan yang saya buat-buat sendiri untuk mengulur waktu mengikuti bimbingan, diantaranya termasuk alasan takut, malu dan malas untuk memulai. Tapi kemarin sore ini (13/02), setelah mendapatkan pesan dari admin Whats App Qur'an Call yang menanyakan apakah kami sudah bergabung dalam bimbingan Qur'an Call?? Tiba-tiba seperti ada yang "mengetuk" hati ini untuk memberanikan diri segera menghubungi layanan Qur'an Call di nomer yang sudah tertera saat itu juga. Rasa cemas dan takut tentu saja saya alami, tapi itu tidak berlangsung lama. Ekspetasi saya yang mengira pelayananan akan kaku dan membuat canggung langsung dibantahkan dengan realita yang menyatakan sebaliknya. Selesai melakukan registrasi, saat itu juga saya di arahkan untuk memulai pembimbingan. Dan hasilnya, Alhamdulillah tidak hanya sekedar menghafal, bacaan Al-qur'an kita pun akan diperbaiki jika kurang sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Secara pribadi saya cukup menyesal karna tidak memulai bimbingan Qur'an Call ini sejak 2 bulan lalu. Oleh sebab itu informasi ini saya sampaikan, agar rasa sesal yang pernah saya alami tidak dirasakan juga oleh teman-teman sekalian.

Salah satu sahabat saya pernah berpesan (semoga Allah selalu merahmatinya) ketika saya bertanya, "Bagaimana cara mengurangi atau menghilangkan rasa malas dalam mengahafal Al-qur'an?"  Jawabanya cukup panjang, tapi mau tak mau teman-teman HARUS mau membacanya hingga tuntas. Berikut jawabannya,
"Hmmm...kalo menurut saya, itu  tergantung masalah hati mi', tergantung bagaimana bersih dan sucinya hati dari maksiat dan mungkin juga komitmen kita yg belum terlalu kuat. Jadi kamu harus lebih perkuat lagi azzamnya. Sering-sering  baca tentang kemuliaan yg Allah beri bagi  penghafal kitab-Nya, sebagai salah satu solusi agar lebih semangat lagi dalam menghafal Al-qur'an. INGAT !! Bahwa orang yang menghafal Al-qur'an itu Allah yang memilih langsung orangnya, yg menurut Allah amanah sehingga cocok diberikan kepadanya. Adakah suatu yg lebih indah selain kita menjadi hamba pilihan-Nya?? Hanya Al-qur'an yg bisa menjaga dan  membantu kita untuk terus membentengi diri dengan iman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yg ada. Jadi, Al-qur'an adalah solusi terbaik kita dalam hidup yg fana ini. Tidaklah kita dekat degan Al-qur'an kecuali dangan kita mau mengahafalnya karna dengan menghafalnya butuh proses dan perlu kesabaran, tapi disitulah kita semakin dekat dengan kalam-Nya."

Jadi bagaimana teman-teman? Yuk segera bargabung dengan layanan Qur'an Call. Awali dengan niat dan bismillah, mantapkan dengan tekad yang kuat, kemudian buktikan dengan mulai bertindak dari sekarang! Jangan lupa sadarkan diri agar mau berkomitment sehingga tetap  istiqamah bergabung dengan layanan Qur'an Call ini. Minta pertolongan kepada Allah agar diberi kemudahan dalam Menghafal. Sekali lagi INGAT !! Bahwa orang yang menghafal Al-Qur'an, Allah yang memilih langsung orangnya, yg menurut Allah amanah sehingga cocok diberikan kepadanya. Adakah suatu yg lebih indah selain kita menjadi hamba pilihan-Nya??

Maaf sebelumnya, Tambahan informasi bagi  yang ingin mengikuti program ODOJ atau kawan-kawannya seperti ODALF, ODOL,dan ODOJ STARS bisa hubungi contact dibawah ini:
Official Account ODOJ NTB
👥Facebook      : Sekretariat Resmi Odoj Ntb
🐤Twitter         : @odojntb
📱BBM            : DO49D884
📷IG                 : odoj ntb
📲CP Wa          :087865759629 , 087882287391
Email               :sekretariat.odojntb@gmail.com
Ikuti Link ini untuk bergabung ke grup Onedayonejuz NTB

(Penempatan semua group ODOJ di Indonesia)

Sekian dan terimakasih, maaf jika ada kata2 yang salah, semoga dapat memberikan manfaat.
Wassalamu'alaikum.

NB: Informasi lebih lengkap seputar Qur'an Call dapat langsung ditanyakan ke Call Center Qur'an Call pada nomer yang sudah tertera (08001500311).


By: Umara' Nur Rahmi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

[ILMU PANGAN DASAR : Komponen Zat Aktif dan Zat Racun Pada Bahan Pangan]


1)   Komponen Zat Aktif   
       Dibagi menjadi tiga bagian yakni :

      A. Komponen zat aktif yang terdapat secara alami dalam bahan pangan adalah :

No.
Nama Zat Aktif
Terdapat Pada
Fungsi
1.
Serat pangan (dietary fiber)
Dari berbagai sayuran, buah-buahan, serealia, dan kacang-kacangan
Untuk pencegahan timbulnya berbagai penyakit yang berkaitan dengan proses pencernaan.
2.
Komponen sulfur
Bawang -bawangan
Mencegah agregasi platelet dan menurunkan kadar kolesterol
3.
Kurkumin
Rimpang kunyit dan l-tumeron pada rimpang temulawak
Berkhasiat untuk pengobatan berbagai penyakit
4.
Daidzein dan genestein
Tempe
Menurunkan  kolesterol dan mencegah kanker
5.
Nerodiol dan linalool
Teh hijau
Mencegah karies gigi dan mencegah kanker
6.
Berbagai komponen volatile
Bunga melati (jasmine), chrysant dan chamomile yang
Aromanya sering digunakan sebagai aromaterapi

    

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

[ILMU GIZI DASAR : Dampak Dari Kelebihan Dan Kekurangan Karbohidrat]


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Makanan yang kita konsumsi setiap hari merupakan zat gizi utama bagi tubuh.  Bahan bakar utama dalam tubuh kita diperoleh dari makanan yang mengandung karbohidrat, protein dan juga lemak. Karbohidrat merupakan salah satu sumber bahan makanan yang banyak tersebar di alam, baik dalam jaringan tumbuhan maupun jaringan hewan. Karbohidrat mempunyai fungsi sebagai : 1) Sumber tenaga untuk tubuh, 2)  Untuk cadanga tenaga, 3) Memberi rasa kenyang. Akan tetapi, apabila konsumsi karbohidrat terlalu berlebih atau kurang dalam tubuh akan menimbulkan dampak negatif.  Penyakit yang dapat ditimbulkan akibat kekurangan seperti: 1) Marasmus, 2) Kekurangan kalori dan protein, 3) hipoglikemia. Penyakit yang dapt ditimbulkan akibat  berlebihan karbohidrat: 1) Diabetes mellitus, 2) Obesitas, 3) Jantung koroner.

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja dampak dari kekuranga karbohidrat ?
2. Apa saja dampak dari kekuranga karbohidrat ?

C. Tujuan
1. Dapat mengetahui dampak dari kekurangan karbohidrat.
2. Dapat mengetahui dampak dari kelebihan karbohidrat.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Dampak Kekurangan dan Kelebihan Mengonsumsi Karbohidrat.

Telah kita ketahui bersama bahwasannya karbohidrat merupakan sumber pokok utama dalam kompenen penyusunan gizi seimbang. Tidak hanya dikarnakan mudah didapatkan, namun juga karbohidrat memiliki banyak manfaat yang dapat membantu meningkatkan kwalitas gizi masyarakat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS