Diberdayakan oleh Blogger.
Terima kasih sudah
berkenan mampir
ke "rumah" sederhana ini,
Semoga dapat
memberikan manfaat..:)



RSS
Tampilkan postingan dengan label Ruang Rekomendasi Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Rekomendasi Buku. Tampilkan semua postingan

[Melangkah Searah : Asam-Manis Rumah Tangga Muda]

Melangkah SearahMelangkah Searah by Aji Nur Afifatul Hasna
My rating: 4 of 5 stars

"Walau kadang-kadang terasa berat, ingat, ingat ... menikah itu adalah suatu ibadah. Hakikatnya, tiap ibadah adalah indah karena sejengkal lebih dekat dengan-Nya." (Hlm. 4)

➖➖➖➖➖
Adakah teman-teman yg sudah menikah di sini...? Saya yakin banyak...😊 Semoga selalu diberkahi dan dimudahkan dalam menjalani bahtera rumah tangganya. Aaamiiin

Well... sepertinya semua meyakini bahwa kehidupan rumah tangga tidak hanya berisikan manisnya saja, tapi juga ada asam, asin, pahit, bahkan hambar pun ada.

Berkebalikan dari pernyataan di atas. Tidak dapat dipungkiri pula, semakin terbukanya akses melihat kehidupan rumah tangga muda orang terutama dikalangan para selebgram yg kerap menampilkan sisi bahagianya, tanpa sadar telah menumbuhkan ekspetasi dalam diri bahwa dgn menikah, hidup "bersamanya" akan selalu dipenuhi kebahagiaan. Dunia terasa milik berdua, yg lain numpang lewat 😅

Nah...dalam buku ini, penulis mencoba "mengurai" ekspetasi tersebut dgn mengemas cerita kehidupan rumah tangganya dgn sangat terstruktur. Dimulai saat masa² awal mengenal suami, prosesi pernikahan, dan aneka problematika kehidupan pasangan muda seperti ; belum bisa masak, homesick, finansial hingga visi misi pernikahan. Hal ini membuat saya sebagai pembaca seperti sedang "mendengarkan" curhatan seorang Kakak yg ingin menceritakan kepada adeknya bahwa "asam manis rumah tangga pasangan muda itu seperti ini loo, dek..." 😇

Tidak hanya sekedar cerita, penulis juga memberitahukan solusi dari tiap masalah yg dihadapi sesuai pengalamannya. Dibagian ini, terasa sekali bagaimana penulis mencoba membesarkan hati pembacanya jika dihadapi masalah. Seolah-olah ingin mengatakan "kamu tidak sendiri, saya juga pernah merasakannya. Yuk semangat lagi..!!" 💪

Gaya penulisan yg ringan juga diselingi humor yg pas, membuat buku ini enak dibaca berkali-kali. Cocok bagi yg belum menikah maupun yg sudah. Bagi yg belum, setidaknya jadi punya "kisi² atau bayangan" bagaimana kehidupan saat awal² memasuki dunia pernikahan dan bagaimana belajar menyederhanakan ekspetasi. Bagi yg sudah, setidaknya bisa menjadi "teman penyemangat" saat dihadapi aneka ujian di kehidupan rumah tangga mudanya. Recommended !!

Selamat membaca 💕

View all my reviews

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

[Terima kasih untuk Kisah Terbaikmu Totto-chan ]


Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela (Edisi Revisi)Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela by Tetsuko Kuroyanagi
My rating: 4 of 5 stars

"Punya mata, tapi tidak melihat keindahan; punya telinga, tapi tidak mendengar musik; punya pikiran, tapi tidak memahami kebenaran; punya hati tapi hati itu tak pernah tergerak dan karena itu tidak pernah terbakar. Itulah hal-hal yang harus ditakuti" kata Kepala Sekolah. (Hlm. 107)
➖➖➖➖
Totto-chan, seorang gadis cilik yang dicap nakal atau pengacau oleh para guru dikarenakan sering kali melakukan kegiatan aneh sehingga mengganggu ketentraman kelas, akhirnya sepakat untuk mengeluarkannya dari sekolah.

Mama yang paham akan kondisi Totto-chan, akhirnya mencarikan sekolah pengganti yang dirasa cocok untuk gadis ciliknya. Tanpa mengatakan yang sebenarnya, bahwa ia telah dikeluarkan dari sekolah karena dianggap nakal, Mama justru mengajak Totto-chan pindah ke sekolah baru karena ada sekolah yang sangat bagus dari saat ini. Mama tidak ingin putrinya menderita tekanan batin.

Adalah Tomoe Gakuen, sekolah baru pilihan Mama yang menjadikan gerbong kereta sebagai kelasnya telah mencuri perhatian Totto-chan sejak pertama kali memasuki pekarangan sekolah. Di sana tiap murid diberi kebebasan untuk mengubah urutan belajar sesuai keinginan mereka. Pada jam makan siang, mereka akan mengeluarkan bekal masing-masing sambil menunjukkan lauk-pauk yang berasal "sesuatu dari laut dan sesuatu dari pegunungan". Tidak ada satupun dari murid yang merasa bosan belajar di Tomoe. Selama sekolah di sana, tidak ada anak yang ingin pulang ke rumah setelah jam pelajaran selesai, dan di pagi harinya, tak ada yang sabar ingin segera sampai ke sekolah. Sungguh sebuah sekolah ideal idaman tiap orang.

Ada banyak nilai moral yang akan kita dapatkan saat membaca buku ini. Kisah keseharian Totto-chan dengan beragam aksinya, menjadikan buku ini penuh warna. Saya, yang notabenenya sudah dianggap cukup dewasa, tak jarang dibuat tertawa juga menangis saat membacanya.

Mr. Kobayashi, Kepala sekolah sekaligus pendiri sekolah Tomoe secara tidak langsung telah memberikan pelajaran berharga bagi murid-muridnya tentang arti sebuah persahabatan, rasa hormat dan menghargai orang lain, serta kebebasan menjadi diri sendiri.

Hingga saat perang dunia mulai berkecamuk dan menghancurkan Tomoe, ada rasa kehilangan yang sangat membekas dialami tiap murid, juga saya sebagai pembaca.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Buku ini diangkat langsung dari kisah nyata pengalaman hidup penulis (Tetsuko Kuroyanagi) yang tak lain adalah Totto-chan semasanya sekolah di Tamoe. Diakhir kisah, K-san (panggilan akrabnya) juga menceritakan bagaimana kabar teman-temannya setelah beberapa tahun mereka berpisah. Buku ini telah membuat sejarah di dunia penerbitan juga pendidikan, hingga kini buku Totto-chan telah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa dunia bahkan lebih. Di banyak negara, buku Totto-chan juga digunakan sebagai bahan pelajaran di sekolah, materi kuliah di universitas, bahkan sebagai bahan ajar guru.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Buku ini akhirnya menjadi buku terakhir yang bisa saya tuntaskan dipenghujung tahun 2019, dan meninggalkan kesan baik yang akan saya simpan juga terapkan kemudian hari.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk teman-teman baca, terutama bagi orang tua, pendidikan juga adik-adik kita.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Terima kasih untuk karya hebat ini Totto-chan a.k.a Tetsuko Kuroyanagi ❤️
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

View all my reviews

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

[Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang]


Assalamu’alaikum...Selamat pagi, siang, sore, malam dll (waktu dan kegiatan bisa disesuaikan sendiri yaa..hehe), semoga selalu diberi keberkahan di dalamnya,Amiiinn.

Dalam rangka mengikuti Give Away yang diadakan oleh ICC Publisher dan Mba Gina Gabrielle, disini saya akan mencoba memberikan beberapa ulasan terkait novel ini, Chek it out...(Semoga Berkenan di Hati).

Ada yang mengatakan, untuk menyayangi seseorang atau sesuatu maka kita harus mengenali dulu orang atau hal tersebut. Naah..begitu juga dalam hal ini, agar lebih mantap rasa sayang kita  ke novel ini, maka kita pun harus tahu dulu seperti apa identitas asli dari novel ini...yuk segera di chek guys  !!

IDENTITAS NOVEL
Judul : Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang
Penulis : Gina Gabrielle
Penerbit : Inner Child Crowdfund Publisher (ICC Publisher)
Tahun Terbit : 2016
Jumlah Halaman : 260
ISBN : 978-602-74865-0-8
Harga : Rp 45.000 (Setelah dipotong 10% dari Toko Buku Airlangga, Mataram, NTB)
Sinopsis Novel :
“Konon katanya, pada suatu tidur, kau bisa sampai ke suatu tempat yang disebut Ujung Pelangi. Di sana ada seorang gadis dengan wajah tertutup cadar yang akan menemukan mimpi untukmu...

Seorang pria dengan Hati luka melihat kertas terbang dalam mimpinya. Ia mengikuti arah kertas tersebut terbang, dan sampai ke Lembah Es. Ia menyangka Hatinya akan sembuh, namun ternyata Lembah Es hanyalah tempat untuk mendinginkan Hati.

Di lain tempat, tanpa ia ketahui, langit memar. Dunia terancam hancur, dan pria itulah yang dipilih untuk menyelamatkannya.

Tapi, karena tidak sanggup lagi menanggung sakit, ia memutuskan untuk selama-lamanya membekukan Hati di Lembah Es.

Lalu langit pun retak, dan hendak runtuh.

***
Dari informasi singkat seputar identitas  novel di atas sudah pada mulai tertarik belum? Jika belum..oke mari lanjutkan pembahasan ini.

Sesuai dengan  ketentuan langkah kedua dalam ajang GA ini, yaitu “Ceritain kamu beli dimana dan hal apa yang paling kamu suka dari bukunya ?”, maka saya akan mencoba jawab satu persatu yaa...

Novel ini saya beli di Toko Buku Airlangga, Mataram, NTB, pada tanggal 6 Februari 2017. Hari itu bertepatan dengan selesainya serangkaian ujian menjelang akhir semester, dan hari pertama menyambut libur. Dalam benak saya, guna memanfaatkan waktu libur tersebut, enaknya tambah koleksi novel baru sebagai bekal selama liburan.

Sebelum melihat novel ini, saya sempat berkeliling di beberapa rak buku untuk menelaah dan membaca setiap novel yang kelihatannya cukup menarik dan ramah dengan dompet. Cukup lama saya berputar-putar mencari novel yang sekiranya pas di hati. Biasanya. kurang lebih satu buah novel yang saya lihat cukup menarik, akan mengahabiskan waktu 5 menit untuk saya baca dan pahami alur cerita dari sinopsisnya yang sudah tertera. Bisa, dibayangkan jika 12 Novel yang saya lihat cukup menarik tapi ternyata tidak berkenan di hati, maka sudah terlewati 1 jam yang saya buang begitu saja. Maka sebelum hal itu terjadi, entah sudah berapa menit berlalu, tiba-tiba kepala saya terarah untuk melihat novel ini dan ajaibnya hanya dengan melihat judul novel ini (kurang dari 2 menit) saya langsung bawa ke kasir untuk segera dibayar. Kok bisa secepat itu ? Pertama..karna novel ini pernah saya baca di Wattpad, dan walau yang saya baca hanya 3 part, tapi isinya sudah cukup membuat saya penasaran ingin mengetahui kelanjutannya. Kedua, karna stok novelnya tinggal dua. Ketiga, karna harganya sangat ramah di dompet..hehe. Jadi, tanpa pikir panjang, setelah lihat judul novel langsung saja pergi ke kasir untuk melakukan transaksi jual beli.

Pertanyaan selanjutnya, “Hal apa yang paling kamu suka dari buku atau novelnya?”, Ada tiga hal yang saya suka dari novel ini. Pertama adalah judul serta covernya. Walau beberapa buku yang pernah saya baca mengatakan bahwa Judul novel yang terlalu panjang kurang baik, namun bagi saya pribadi hal tersebut tidak berlaku untuk novel ini. Sesuai dengan tema yang mengangangkat kisah tentang dongeng, dari membaca judul serta ditambah dengan cover yang sangat menarik, hal ini membuat saya teringat dan rindu akan dongeng-dongen Putri Nirmala dan Oki di majalah Bobo saat kecil dulu, dan setelah membaca novel ini, rasanya rasa rindu tersebut bisa terobati dengan tuntas dan membuat saya puas.

Selanjutnya, hal kedua yang saya suka dari novel ini adalah semua tokoh-tokohnya tanpa terkecuali satupun. Semua tokoh diberikan karakter yang kuat dan semua dijabarkan secara lugas dan jelas. Termasuk tokoh “Aku” yang tak lain dan tak bukan adalah penulis sendiri (Mba Gina), yang saya sukai yakni bagaimana tokoh “Aku” mampu menyakinkan pembaca untuk terus mengikuti setiap kisah pertualangan di dalam novelnya dengan sabar dan bersahabat. Hal ini dibuktikan dengan  cara tokoh “Aku” menjelaskan tiap detail kejadian dan cara menyapa pembaca tiap memberikan pesan moril menggunakan kata “Teman”. Sehingga seolah-olah antara penulis dan pembaca secara tidak langsun seperti melakukan sebuah interaksi yang komunikatif, dan saya sungguh..sangat..sangat suka.

Dan terakhir, hal ketiga yang saya sukai dari novel ini adalah pesan moril yang tertuang dalam bait-bait syair serta kutipan-kutipan bijaknya, seperti salah satu puisi di halaman 3-4 yang berbunyi sebagai berikut :

Bermimpi sedikit,
bermimpi sebentar,
dalam naungan langit
dan awan-awan lebar.

Saat dunia terlampau gelap,
tutup matamu dalam kelap.
Bermimpilah sedikit,
walau Hati terasa pahit.

Jatuh dalam lelap,
sebetulnya tak jauh beda
dengan jatuh dalam cinta:
Perlahan terbuai, lalu hanyut dalam sekejap.

Jadi bermimpilah sebentar,
walau harapan mulai pudar.
Walau jiwamu itu telaga,
hitam bagai kelam jelaga.

Satu, dua, tiga, empat.
Tutup matamu erat-erat.
Empat, tiga, dua, satu.
Mari bermimpi bersamaku.

(Kutipan lirik Nyanyian di Ujung Pelangi)

Dan kutipan-kutipan bijak seperti :

“Teman, biar kuberitahukan satu hal padamu: Hati hanya punya satu keinginan, yaitu untuk bebeas merasa” (Hlm. 6)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

[Tentang Kamu]

Tentang KamuTentang Kamu by Tere Liye
My rating: 5 of 5 stars

Satu kata untuk "Tentang Kamu"...Amazing..!!
Selalu...dan mungkin akan terus seperti ini ciri khas dari kepenulisan Bang Tere yang sangat Saya suka...Tak usah terlalu banyak, (rata-rata) cukup Lima poin penting saja untuk tiap pesan-pesan moril yang disampaikan namun mampu meninggalkan jejak yang sangat berkesan dihati. Yang membuat para pembaca tergerak untuk berubah sesuai dengan target pesan yang disampaiakan. Penjabaran tokoh yang cenderung terkesan biasa dan sederhana, namun memiliki watak yang luar biasa yang sangat super.
Benar-benar salut...
Selamat untuk Bang Tere, yang selalu sukses membuat pembaca menyimpulkan langkah apa yang harus dilakukan untuk suatu perubahan setelah selesai membaca setiap karya karangan Bang Tere.
Akan selalu menunggu karya selanjutnya.
Oh yaa...seandainya Bang Tere sudah berencana memulai Project baru lagi, selipkanlah sekali terkait Suku Mbojo,Bima dalam cerita Bang Tere (Hehehe Ngarep). Karna di Sunset Bersama Rosi berlatarkan Lombok (Suku Sasak), Kemudian di Tentang Kamu terselip Pulau Bungin, Sumbawa, Maka semoga kedepannya ada terkait Mbojo,dari suku Bima. Sehingga lengkap sudah NTB memiliki cerita khasnya masing-masing dalam setiap suku, hasil dari sebuah karangan Bang Tere.
Semoga terkabul...Amiiin...

View all my reviews

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS