Tampilkan postingan dengan label Ruang Santai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Santai. Tampilkan semua postingan
[Untuk Sementara Waktu]
10/10/2016 10:24:00 PM |
Label:
Ruang Santai
![]() |
| "Untuk sementara waktu, jika Kamu kehilangan sabar, Aku mungkin akan kehilanganmu." |
Kita masing-masing sendiri untuk
sementara waktu. Kesabaran adalah hal terbaik yang bisa kita pertahankan saat
ini. Untuk sementara waktu saja, kita biarkan hidup kita berjalan
sendiri-sendiri. Meski kita merasakan hal yang sama saat ini, biarkan saja itu
mengalir seperti hujan yang jatuh.
Tidak
perlu memaksakan waktu untuk bersama. Padahal waktu kita belum sampai. Tuhan menyampaiakan
pesan-Nya agar kita menjaga diri untuk sementara waktu. Kan, semua hanya
sementara ?
Jika
kamu kehilangan sabar, aku mungkin akan kehilanganmu. Untuk sementara waktu,
jagalah hati kita masing-masing tetap berada pada tempatnya. Tetap berada pada perlindungannya.
Sampai waktu di mana kita akan menerima hal yang sama pula dari orang lain.
Untuk
sementara waktu, bersabarlah. Karena kesabaran adalah hal terbaik yang bisa
kita perjuangkan saat ini. Bukankah ini untuk sementara waktu saja ? Tidak
lama, tidak akan menghabiskan seluruh hidup kita, bukan ?
Kurniawan Gunadi_“ Hujan Matahari
“
[Hujan...]
10/07/2016 09:41:00 PM |
Label:
Ruang Santai
"Jangan pernah jatuh cinta saat hujan, Lail. Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu. Masuk akal, bukan?"
...
...
"Lail, kamu tahu kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun?" Maryam tiba-tiba menceletuk bertanya.
Lail menoleh, menggeleng.
"Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya".
...
...
"Lail, kamu tahu kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun?" Maryam tiba-tiba menceletuk bertanya.
Lail menoleh, menggeleng.
"Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya".
By: Darwis Tere Liye
[Rindu...]
10/07/2016 09:24:00 PM |
Label:
Ruang Santai
"Apalah arti memiliki,
Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami ?
Apalah arti kehilangan,
Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan,
Dan sebalikanya, kehilangan banyak pula saat menemuka ?
Apalah arti Cinta,
Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah ? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yg seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun ?
Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan ? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu ?
Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja."
Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami ?
Apalah arti kehilangan,
Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan,
Dan sebalikanya, kehilangan banyak pula saat menemuka ?
Apalah arti Cinta,
Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah ? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yg seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun ?
Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan ? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu ?
Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja."
A Novel By: Tere Liye "Rindu"
[Bersabarlah Seperti Air]
9/30/2016 01:22:00 AM |
Label:
Ruang Santai
Bersabarlah
seperti air. Terus mengalir ke bawah sesuai hukum alamnya, ketemu
rintangan dia berbelok, ketemu celah kecil dia nyelip, ketemu batu dia
menyibak, ketemu bendungan, dia terusss mengumpulkan diri sendiri,
hingga semakin banyak, semakin tinggi, penuh terlampui bendungan
tersebut, untuk mengalir lagi. Seolah dia tidak melakukan apapun, hanya
diam, sabar, tenang, tapi sedang terus berusaha habis2an.
Bersabarlah seperti air, ketika orang2 tidak tahu betapa besar dan menakjubkannya rasa sabar tersebut.
*Tere Liye
Bersabarlah seperti air, ketika orang2 tidak tahu betapa besar dan menakjubkannya rasa sabar tersebut.
*Tere Liye
Langganan:
Postingan (Atom)








